Facebook Twitter RSS
banner

Posting Terbaru

Showing posts with label kesehatan. Show all posts

Alat Kontrasepsi yang Baik Sesuai Umur


SETIAP pasangan berhak menentukan alat kontrasepsi yang terbaik bagi dirinya. Pemilihan alat kontrasepsi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasangan.

Dalam acara “Pentingnya Mempercepat Penyebaran Informasi Tentang Kontrasepsi dalam Rangka Menekan Angka kelahiran di Indonesia”, Prof Dr dr Biran Affandi SpOG (K) menjelaskan, bahwa 20-35 tahun adalah usia terbaik wanita mengalami kehamilan dan melahirkan.

Untuk itu, demi mencapai kehamilan dan melahirkan yang sehat, pasangan dapat memilih alat kontrasepsi yang pas untuk disesuaikan dengan usia dan kebutuhan. Misalnya, saat pasangan menikah sebelum usia 20 tahun. Agar mendapatkan kehamilan dan melahirkan yang sehat, baiknya menunda hingga benar-benar siap secara psikologis untuk menjadi seorang ibu.

"Pil KB adalah yang terbaik untuk digunakan ketika sedang menunda kehamilan, misalnya sebelum umur 20 tahun karena akan segera hamil ketika tidak lagi dikonsumsi," tutur perwakilan dari Asia Pacific Council of Contracepstion (APCOC) di Hotel Milenium, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Pilihan lain selain pil dalam masa pencegahan kehamilan sebelum usia 20 adalah IUD (spiral), menggunakan cara konvensional dengan menghitung masa subur, suntik KB, dan implant.

Gangguan akibat Haid

MESKI menjadi agenda rutin tak berarti informasi seputar menstruasi Anda abaikan. Untuk menjaga kesehatan daerah keintiman dan kelancaran menstruasi, perhatikan beberapa mitos dan fakta ini.
 
Setiap wanita di usia subur biasanya mengalami menstruasi. Momen itu menjadi penanda bahwa dirinya siap bereproduksi. Sayangnya, di antara beragam informasi yang berkembang tentang menstruasi, ada beberapa hal menyesatkan dan justru mengaburkan fakta sesungguhnya.
 
 
Mitos: Tidak boleh berenang selama haid
 
Faktanya: Berenang selama haid jelas dilarang karena dapat menyebarkan darah ke dalam air kolam. Padahal, jika Anda berenang ketika sedang haid selama 10 hingga 15 menit, dapat mengurangi rasa kram yang menyiksa. 
 
Mitos: Harus cuci rambut pada hari ketiga

Gara-Gara Stres, Wanita Bisa Mandul


APAKAH Anda masih bertanya-tanya, mengapa belum juga dikaruniai buah hati walau telah lama menikah dan aktif bercinta dengan pasangan? Jangan-jangan karena Anda stres.
 
Penjelasan medis tidak selalu cukup untuk menangani infertilitas. Ada hal lain yang perlu dipertimbangkan, yakni alasan psikologis.
 
Ya, orang dengan pekerjaan yang padat, berada pada risiko yang lebih tinggi menghadapi infertilitas. Meskipun hubungan antara stres dan kesuburan sangat lemah, hubungan antara dua hal tersebut perlu dievaluasi. Pasalnya, stres merupakan sebuah kata kunci di kehidupan saat ini dan mari kita lihat bagaimana stres memengaruhi kemampuan Anda untuk memiliki momongan. Berikut penjelasannya, sebagaimana dilansir Boldsky,
 
Ovulasi
 
Stres dapat menyebabkan kemandulan

Sisihkan Waktu untuk Tidur Siang

ISTIRAHAT malam yang cukup membuat kesehatan terjaga selalu. Tak hanya itu, tubuh pun lebih bersemangat menjalani aktivitas kerja dari pagi hingga petang.

Tidur malam yang baik dapat membuat Anda merasa segar setiap harinya. Menurut Harvard Health Watch Woman, kurang tidur kronis dapat menyebabkan peningkatan berat badan, tekanan darah tinggi dan melemahnya sistem kekebalan tubuh.

Sebaliknya, kebiasaan tidur yang baik meningkatkan kemampuan untuk belajar dan mengingat sesuatu, menjaga kestabilan berat badan, membuat Anda optimistis, menjaga kesehatan jantung, dan menghindari berbagai penyakit, serta menghindari kecelakaan yang disebabkan rasa kantuk. Nah, jika Anda berjuang untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, tip berikut dapat membantu Anda memiliki kebiasaan tidur yang baik, seperti dipaparkan Care2.

Tidur pada waktu yang sama setiap malam

Baca Artikel Lainnya